Kecanduan Judi Online?, Rehab di Tempat Ini

Sukabuminow.com || Pondok Pesantren Darul Haqmal di Kampung Kiarapayung, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, siap mengobati orang yang kecanduan judi online. Hal itu diungkapkan KH. Asep Saprudin, selaku pimpinan Ponpes tersebut.

Asep mengatakan, Ponpes Darul Haqmal juga menerima santri anak jalanan hingga korban penyelahgunaan narkoba. Saat ini, para korban atau pecandu judi online bahkan korban kecanduan pinjaman online juga bisa melakukan terapi di tempat tersebut.

“Terapi korban judi online tidak langsung dengan pemahaman agama. Terlebih dahulu mengidentifikasi akar permasalahan sehingga mereka menjadi korban judi online. Terapi itu tidak hanya dari segi rohani, kita memahami itu. Sehingga kami mencoba mencoba melunturkan beberapa pilar yang menjadi penyebab korban kecanduan judi online maupun pinjaman online,” katanya, Jumat (12/7/24).

Ia menegaskan, para santri dengan latar belakang kecanduan judi online akan terlebih dulu diputus dari mata rantai permasalahan yang membuat mereka terjerumus. Salah satu di antaranya tidak diperkenankan membawa handphone ke pesantren dalam beberapa waktu.

“Kita juga berikan pemahaman-pemahaman tentang kecurangan permaian-permainan online itu dan dampaknya. Kalau sudah, baru kita melakukan terapi beralih ke arah yang bersifat rohani,” terangnya.

Asep menjelaskan, para santri yang telah melakukan terapi di tempatnya sembuh total dalam waktu relatif singkat. Waktu paling cepat selama 42 hari bahkan ada yang mencapai lebih dari tiga tahun.

“Yang tercepat itu 42 hari. Ada juga yang 47 hari, 60 hari, tiga bulan, setahun, setahun setengah, bahkan ada yang cukup lama, sudah hampir tiga tahun di sini,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan ruang agar para korban judol bisa kembali produktif dalam mencari uang dengan jalan yang benar dan halal secara syariat, sehingga tidak kembali bermain.

“Karena rata-rata korban itu secara finansial terkuras habis. Kami juga didik ketahanan finansialnya supaya mereka punya skil. Kami punya storage, kami punya pengolahan hasil tangkap ikan, bahkan kita juga punya lahan produktif lainnya,” bebernya.

“Artinya kalau mau mendapatkan finansial secara baik halalan toyibah kita arahkan juga, sehingga tidak hanya dididik atau diterapi secara psikologi dan rohani, tapi juga secara lahiriah mengembalikan kondisi finansialnya. Kami desain seperti itu,” pungkasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru