Sukabuminow.com || Kebakaran lahan terjadi di sekitar kaki Gunung Jayanti, wilayah Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (10/10/26). Kobaran api yang dipicu angin kencang merembet hingga ke lereng Gunung Jayanti.
Kepala Desa Jayanti, Nandang, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterimanya dari warga. Ia kemudian langsung menuju sejumlah titik untuk memantau perkembangan api dan memastikan kondisi di sekitar permukiman.
“Hari ini saya mendapat laporan dari warga terkait kebakaran di kaki Gunung Jayanti. Saya langsung ke lokasi untuk memantau, meskipun beberapa titik hanya bisa dipantau dari kejauhan,” ujar Nandang melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, kepulan asap pertama terlihat dari kawasan Bolagor, yang berada di sekitar perbatasan Desa Jayanti dengan wilayah kelurahan. Dari titik pemantauan di jalan raya seberang kantor BMKG, asap terlihat cukup jelas dari arah kawasan tersebut.
“Kami kemudian bergerak menuju kawasan Batusapi, tepatnya di belakang deretan ruko. Dari lokasi itu, api terlihat membesar dan merembet ke arah Gunung Jayanti setelah angin bertiup cukup kencang,” jelasnya.
Pergerakan api menjadi perhatian karena arah angin mengarah ke wilayah Jayanti. Namun, hingga pemantauan dilakukan, kobaran api belum memasuki kawasan permukiman.
“Beruntung api belum masuk ke perkampungan. Saat dipantau, api masih bergerak naik ke Gunung Jayanti. Tetapi di belakang ruko Batusapi, kobaran api terlihat semakin membesar,” katanya.
Nandang menyebut terdapat dugaan api bermula dari lahan garapan kosong di kawasan Tamansari. Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak turun, sejumlah unit pemadam kebakaran (damkar) disiagakan di sekitar kantor BMKG di wilayah Desa Jayanti.
“Tadi sudah ada dua unit damkar yang bersiaga. Informasi terakhir, jumlahnya menjadi tiga unit di sekitar kantor BMKG untuk mengantisipasi apabila api turun ke bawah dan mendekati perkampungan,” jelas Nandang.
Jarak antara akses jalan dan titik api di lereng Gunung Jayanti menjadi kendala tersendiri. Kendaraan damkar tidak dapat langsung menjangkau lokasi karena medan dan jaraknya cukup jauh dari jalan beraspal.
“Perkembangan terakhir menunjukkan api mulai bergerak turun. Kami berharap petugas dapat segera menjangkau titik api dan mencegah kobaran meluas,” harapnya.
Di tengah situasi tersebut, Nandang mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan kosong. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi lahan yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api, terutama saat angin kencang.
“Saya berharap warga tidak membakar lahan kosong dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kalau sudah terjadi kebakaran seperti ini, dampaknya merepotkan semua pihak dan penanganannya tidak mudah,” tegasnya.
Nandang bersama sejumlah unsur terkait terus bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi perubahan arah api dan kemungkinan mendekati permukiman.
Ia meminta seluruh ketua RT, ketua RW, serta Tim Desa Tanggap Bencana (Destana) di wilayah Desa Jayanti meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila melihat perkembangan api atau kondisi yang berpotensi membahayakan warga.
“Saya meminta RT, RW, dan Tim Destana tetap hati-hati dan waspada. Pantau terus perkembangan api dan segera informasikan jika ada perubahan situasi yang mengarah ke permukiman,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
