Kasus Bantuan Perahu: Klarifikasi Sahabat Tegaskan Andri Hidayana Tak Terlibat

Sukabuminow.com || Mencuatnya nama Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PPP, Andri Hidayana (AHY), dalam polemik dugaan penipuan bantuan perahu bagi nelayan di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, memunculkan berbagai spekulasi dan opini liar di ruang publik, termasuk media sosial. Bahkan, sejumlah konten meme bergambar dirinya turut beredar luas, memperkeruh suasana.

Menanggapi hal tersebut, Iwan Sopiyan, salah satu kader PPP asal Desa Ciwaru yang juga merupakan sahabat dekat Andri Hidayana, menyampaikan klarifikasi kepada awak media saat berada di Polres Sukabumi, Jumat (13/6/25).

Berita Terkait :

“Saya tidak ingin masuk ke proses hukum yang sedang berjalan terhadap Kepala Desa Ajat. Tapi saya merasa perlu meluruskan opini yang berkembang dan menyudutkan sahabat saya, Andri Hidayana,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, tudingan terhadap AHY tidak memiliki dasar yang kuat, baik secara hukum maupun fakta. Ia menjelaskan, dugaan bermula dari laporan dua nelayan bernama Nuryaman dan Dihan yang mengaku menyetorkan uang masing-masing sebesar Rp33 juta dan Rp29 juta kepada Kades Ajat, disertai bukti kuitansi bermaterai dan stempel desa.

Namun demikian, Iwan menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan AHY dalam transaksi tersebut.

“Saya sudah telusuri secara langsung. Tidak ada percakapan, bukti transfer, ataupun kuitansi yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara nelayan dengan AHY. Semua bukti tertuju pada Kades Ajat,” tegasnya.

Bahkan, Iwan menantang pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut untuk membuktikan secara faktual keterlibatan AHY.

“Saya siap memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta kepada siapa pun yang bisa membuktikan bahwa AHY menerima uang atau terlibat dalam urusan bantuan perahu ini,” ungkapnya.

Lebih jauh, Iwan menyebut bahwa dua kuitansi yang ada semata-mata berisi transaksi jual beli perahu, bukan dokumen resmi bantuan dari program pokok pikiran (pokir).

“Kalau itu bantuan pokir, mestinya disebut dalam kuitansi atau ada surat resmi dari dinas. Tapi ini tidak ada. Maka saya melihat ini sebagai framing yang sengaja diarahkan untuk menjatuhkan nama sahabat saya,” jelasnya.

Iwan juga menyoroti tudingan intimidasi yang disebut-sebut dilakukan terhadap para pelapor. Ia menyatakan, berdasarkan kesaksiannya dan beberapa warga, relasi antara para pihak sebelumnya bahkan terlihat akrab.

“Kalau memang diintimidasi, masa bisa makan sate dan uli bersama? Orang yang merasa terancam pasti tidak akan santai seperti itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Iwan menyayangkan beredarnya meme dan video di media sosial, terutama di TikTok, yang secara terang-terangan menyudutkan AHY tanpa dasar fakta.

“Kalau mau bicara data, ayo kita buka. Jangan sebatas menggiring opini dengan meme. Ini berbahaya dan bisa merusak nama baik orang,” tandasnya.

Meski demikian, hingga kini Andri Hidayana belum mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyudutkannya. Iwan menegaskan bahwa klarifikasi yang ia sampaikan bukan atas permintaan AHY, melainkan atas inisiatif pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap partai.

“Saya berbicara karena saya peduli terhadap marwah PPP. Ini bukan soal pribadi saja, tetapi juga menyangkut citra partai. Semoga masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bisa berpikir jernih,” tutupnya.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru