Sukabuminow.com || Menjelang digelarnya acara Pisah Sambut Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Satpol PP Kabupaten Sukabumi melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Alun-Alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan yang dilakukan secara humanis tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut peralihan kepemimpinan dari Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya, Marwan Hamami – Iyos Somantri, kepada pasangan Asep Japar – Andreas. Acara yang dirangkai dengan Gelar Budaya Rakyat 2025 itu dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 17 April 2025 esok.

Komandan Regu Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Joko Nugroho, menjelaskan bahwa penertiban PKL merupakan langkah rutin yang dilakukan setiap kali ada agenda besar pemerintah daerah di ruang publik.
“Untuk kegiatan hari ini, kami menertibkan para PKL di area Alun-Alun sebagai bentuk persiapan Pisah Sambut Bupati dan Gelar Budaya yang akan dilaksanakan besok,” kata Joko saat ditemui di lokasi, Rabu (16/4/25).
Menurutnya, para pedagang akan diarahkan ke area yang telah disiapkan agar kegiatan berlangsung tertib dan area utama tetap steril. Ia menyebut sekitar 40 personel Satpol PP akan diterjunkan untuk mendukung pengamanan acara.
“Sudah menjadi hal biasa jika ada kegiatan seremonial seperti ini, kami akan tempatkan PKL di lokasi tertentu supaya tidak mengganggu jalannya acara,” tambahnya.
Acara Pisah Sambut dan Gelar Budaya Rakyat 2025 ini tidak hanya menjadi momentum pergantian pemimpin daerah, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Rangkaian acara akan diisi dengan doa bersama, dzikir, dan istigosah, serta pertunjukan kesenian lokal yang mengusung tema “Merajut Harmoni, Melestarikan Tradisi, Menuju Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.” Sejumlah komunitas budaya, termasuk kasepuhan dari kampung adat, turut ambil bagian menampilkan kekayaan budaya Sukabumi.
Namun demikian, sejumlah agenda hiburan yang sebelumnya direncanakan harus dibatalkan. Salah-satunya konser amal yang rencananya akan menghadirkan musisi legendaris Doel Sumbang.
Acara ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus ajang melestarikan budaya lokal dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. (Edo)
Redaktur : Andra Permana
