Iman Adinugraha dan Kemenperin Dorong Ratusan IKM Sukabumi Naik Kelas

Sukabuminow.com || Sebanyak 150 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,mengikuti program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Kimia, Sandang, dan Kerajinan Komoditi Percetakan Kain di Hotel Augusta Palabuhanratu, 18–21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Iman Adinugraha, Anggota Komisi VII DPR RI, dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka.

Tenaga Ahli Iman Adinugraha, Ateng Hamdani, mengatakan program ini diarahkan untuk membantu pelaku IKM agar memiliki keterampilan lebih baik, mandiri, dan mampu meningkatkan kelas usahanya.

“Ini kegiatan penumbuhan wirausaha baru. Kerja sama Kementerian Perindustrian dengan Anggota Komisi VII DPR RI, Pak Iman Adinugraha. Tujuan utamanya supaya para IKM bisa mandiri dan naik kelas,” ujar Ateng di lokasi kegiatan, Rabu (19/8/26).

Menurut Ateng, rangkaian kegiatan diawali dengan bimbingan teknis yang diikuti sekitar 300 peserta. Setelah itu, peserta diseleksi melalui proses kurasi oleh tim dari tiga direktorat di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Dari proses tersebut, ditetapkan 150 peserta untuk mengikuti pelatihan lanjutan. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelas dengan kapasitas sekitar 25 orang.

Materi yang dikembangkan mencakup berbagai bidang sesuai kebutuhan IKM. Di antaranya percetakan kain, kerajinan anyaman, olahan hasil laut, olahan kue basah, servis peralatan elektronik rumah tangga, hingga servis laptop.

“Awalnya 300 peserta mengikuti bimbingan teknis. Kemudian disaring melalui kurasi. Sekarang yang mengikuti tahap berikutnya 150 orang,” jelas Ateng.

Peserta berasal dari kalangan pelaku IKM di Kabupaten Sukabumi yang dinilai masih membutuhkan penguatan kapasitas usaha. Kegiatan juga melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak muda hingga orang dewasa.

Ateng menjelaskan, keterlibatan Iman Adinugraha dalam program tersebut merupakan bagian dari fungsi dan peran politiknya sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, khususnya dalam menjalankan fungsi kerja sama dan pengawasan kebijakan sektor perindustrian bersama kementerian terkait.

Program seperti ini, kata Ateng, merupakan bentuk fasilitasi pengembangan IKM yang dibahas melalui hubungan kerja antara Komisi VII DPR RI dan Kementerian Perindustrian.

“Setiap anggota Komisi VII memang memiliki program yang diarahkan untuk menumbuhkan IKM agar naik kelas. Awalnya dibahas melalui rapat dengan Kementerian Perindustrian, kemudian diwujudkan dalam bentuk pelatihan seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan, sasaran program bukan sekadar menambah jumlah peserta pelatihan. Para peserta diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Targetnya bukan hanya untuk tahun depan. Setelah dilatih, mereka harus bisa mandiri dan naik kelas. IKM ini merupakan salah satu sendi perekonomian daerah,” ujar Ateng.

Untuk memperkuat materi, instruktur yang memiliki sertifikasi didatangkan langsung dari Kementerian Perindustrian.

Para peserta tidak menginap di lokasi pelatihan. Mereka mengikuti kegiatan setiap hari dan kembali ke rumah setelah rangkaian pelatihan selesai.

Selain memperoleh pembekalan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat. Bantuan peralatan sederhana dari Kementerian Perindustrian juga disiapkan untuk mendukung pengembangan usaha peserta.

Ateng berharap fasilitas dan keterampilan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

“Harapannya tentu penghasilan mereka meningkat. Kalau sebelumnya produk yang dibuat masih terbatas, setelah mengikuti pelatihan mereka bisa mengembangkan produk yang lebih bervariasi,” tuturnya.

Program pengembangan IKM yang melibatkan Iman Adinugraha dan Kementerian Perindustrian ini telah memasuki tahun kedua.

Ateng menyebut jumlah peserta tahun ini lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Pada tahun pertama, peserta bimbingan teknis berjumlah sekitar 150 orang dengan jumlah peserta hasil kurasi yang lebih terbatas.

Tahun ini, jumlah peserta bimbingan teknis mencapai 300 orang dan 150 di antaranya mengikuti tahap pengembangan setelah melalui proses seleksi.

Materi juga diperluas. Jika sebelumnya terdapat pelatihan pengolahan hasil laut, reparasi mesin tempel, dan anyaman bambu, tahun ini bidang keterampilan dikembangkan dengan memasukkan servis peralatan rumah tangga dan laptop serta percetakan kain.

Ateng menilai penguatan IKM memiliki arti penting bagi Kabupaten Sukabumi. Pelaku usaha kecil tidak hanya berperan dalam menghasilkan produk, tetapi juga membuka peluang pendapatan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pelatihan harus diikuti dengan keberlanjutan usaha.

“Bagaimanapun IKM merupakan sendi perekonomian daerah. Karena itu, mereka harus memiliki kemampuan untuk berkembang, meningkatkan penghasilan, dan menciptakan usaha yang lebih mandiri,” katanya.

Ke depan, kata Ateng, terdapat pula rencana pengembangan kegiatan yang dapat mendorong geliat ekonomi masyarakat dan pariwisata, termasuk agenda pameran serta perlombaan kuliner.

Menurutnya, kegiatan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan perlu disiapkan secara matang agar memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

“Rencana itu ada. Salah satunya pernah dibicarakan untuk membuat kegiatan kuliner dan pameran. Harapannya bisa menumbuhkan pariwisata, khususnya Palabuhanratu, sekaligus membuat perekonomian masyarakat semakin bergeliat,” pungkas Ateng.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru