AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Strategi Pembangunan Sukabumi 2026: Infrastruktur Dipercepat, Pembinaan Umat Diperkuat

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menempatkan penguatan nilai religius dan percepatan pembangunan infrastruktur sebagai dua pilar strategis pembangunan daerah tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sukabumi, Asep Japar, dalam momentum pembinaan generasi Qurani di kawasan Mangkalaya Residence, Minggu (1/3/26).

Menurut Bupati Asjap, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, religius, dan berdaya saing.

“Nilai religius harus menjadi fondasi dalam setiap gerak pembangunan. Infrastruktur kita bangun untuk memperkuat konektivitas ekonomi, sementara pembinaan umat menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi,” tegasnya.

Sejalan dengan agenda percepatan pembangunan, kata Asjap, perbaikan jalan di kawasan Mangkalaya Residence menjadi bagian dari peningkatan konektivitas wilayah. Warga menyatakan perbaikan akses jalan di dalam dan sekitar perumahan telah mendukung mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Perbaikan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari strategi pemerataan pembangunan yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis wilayah, mengurangi kesenjangan akses, serta memperkuat daya saing lokal Kabupaten Sukabumi di tingkat nasional.

Asjap menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan skala prioritas berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain infrastruktur, penguatan pembinaan keagamaan menjadi fokus strategis Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Program pembinaan generasi Qurani dinilai selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni terwujudnya Sukabumi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah).

Menurutnya, kegiatan pembinaan seperti Musabaqah Hifdzil Quran dan Syarhil Quran bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana membentuk karakter, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan nilai moral dalam kehidupan sosial.

“Generasi muda tidak cukup hanya mampu menghafal Alquran, tetapi harus mampu menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, penguatan karakter dan nilai spiritual dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global, termasuk disrupsi teknologi, degradasi moral, serta dinamika sosial yang semakin kompleks.

Asjap menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat. Partisipasi warga dalam mendukung program pembangunan menjadi energi sosial yang mempercepat pencapaian target daerah.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Infrastruktur yang memadai akan membuka akses ekonomi, sementara pembinaan umat akan memperkuat ketahanan sosial dan moral masyarakat.

Dengan strategi tersebut, Kabupaten Sukabumi diarahkan tidak hanya menjadi daerah yang tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara spiritual dan budaya.

“Pembangunan harus menyentuh dua sisi sekaligus: kesejahteraan lahir dan kekuatan batin masyarakat. Inilah fondasi menuju Sukabumi yang benar-benar Mubarakah,” pungkasnya.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!