BMKG Ungkap Gelombang 2,5 Meter di Pantai Sukabumi, Wisatawan Diminta Tak Abaikan Risiko

Sukabuminow.com || Di tengah membludaknya wisatawan pada puncak libur Lebaran 2026, ancaman tak kasatmata justru datang dari laut. Gelombang di perairan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mencapai ketinggian hingga 2,5 meter, cukup untuk memicu risiko bagi aktivitas wisata di pesisir.

Informasi ini disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji, yang menegaskan bahwa kondisi gelombang saat ini berada pada kategori sedang, namun tidak boleh dianggap aman.

“Ketinggian gelombang diperkirakan antara 1,25 hingga 2,5 meter. Ini kategori sedang, tetapi tetap berpotensi membahayakan jika diabaikan,” ujarnya saat konferensi pers di Pos Pengamanan Gadobangkong, Palabuhanratu, Selasa (24/3/26).

Ia menjelaskan, dinamika gelombang laut tidak hanya dipengaruhi oleh angin, tetapi juga oleh siklus pasang surut yang terjadi setiap hari. Pada periode libur Lebaran ini, puncak pasang laut diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan mulai berangsur surut pada pukul 16.00 WIB.

Rentang waktu tersebut menjadi fase krusial, terutama bagi wisatawan yang beraktivitas di bibir pantai. Gelombang yang tampak tenang dalam hitungan menit dapat berubah lebih tinggi dan kuat, terutama di kawasan terbuka yang langsung menghadap Samudra Hindia.

Lonjakan wisatawan ke kawasan Palabuhanratu memperbesar potensi kerawanan. Banyak pengunjung yang tidak sepenuhnya memahami karakter ombak selatan yang dikenal lebih kuat dan tidak stabil dibandingkan perairan utara Jawa.

Sementara itu Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, turut mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama berwisata, terlebih dalam kondisi gelombang yang fluktuatif.

“Kami mengimbau wisatawan untuk selalu waspada dan tidak mengabaikan keselamatan, terutama saat beraktivitas di kawasan pantai,” katanya.

Senada dengan itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi meminta pengunjung untuk mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang di sejumlah titik rawan. Wisatawan juga diimbau tidak berenang terlalu jauh ke tengah serta menghindari area yang telah ditandai berbahaya.

Selain faktor gelombang, kondisi geografis pesisir selatan yang curam dan berhadapan langsung dengan samudra lepas membuat energi ombak cenderung lebih besar. Situasi ini menjadikan Palabuhanratu sebagai destinasi indah sekaligus menantang.

Aparat kepolisian pun mengingatkan bahwa keselamatan tidak hanya berlaku di laut, tetapi juga selama perjalanan menuju lokasi wisata. Medan jalan yang berkelok dan padat kendaraan saat libur panjang meningkatkan risiko kecelakaan.

Dengan kombinasi gelombang yang dinamis, waktu pasang yang krusial, serta lonjakan wisatawan, kewaspadaan menjadi kunci utama. Liburan yang aman, menurut para pemangku kebijakan, bukan hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga memahami risiko alam yang menyertainya.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru