DPESDM : Petani Pala Harus Kaya Raya

Sukabuminow.com II Subur makmur alam Sukabumi. Membuat tanaman apapun mudah tumbuh dan berkembang. Wilayah utara. Tengah. Dan Selatan. Memiliki ragam tanaman khas tersendiri. Sehingga bisa dipastikan. Seluruh wilayah Sukabumi. Sangat bersahabat dengan ragam tanaman. Hal itu. Seharusnya mampu menjamin kesejahteraan para petani.

Melihat fakta itu. Dinas Perindustrian dan ESDM : DPESDM Kabupaten Sukabumi. Terus berupaya memotivasi petani. Untuk menjadi ‘Rich Farmer’. Mengingat potensi Sukabumi yang luar biasa. Seperti di Kecamatan Cikidang. DPESDM Kabupaten Sukabumi. Memotivasi para petani pala. Dan meyakinkan mereka mampu menjadi petani kaya raya. Dengan potensi tanaman pala yang dimiliki.

“Tahun 2005-2010. Saat pak bupati (Marwan Hamami) masih menjadi wakil bupati. Desa Mekarnangka dan Nangkakoneng di Cikidang. Merupakan wilayah rawan pangan. Beliau mengambil langkah. Dengan mengintervensi wilayah ini. Dan merayu petani. Agar mau membudidayakan pala,” tutur Kepala Bidang Agro DPESDM : Yana Chefiana. Kepada Sukabuminow. Rabu (1/5/19). Melalui saluran telepon.

KOLABORASI menuju sukses. DPESDM Kabupaten Sukabumi. Dan para petani pala di Cikidang. Foto : Dok. DPESDM

Yana. Yang merupakan mantan Kepala Bidang Perkebunan. Pada Dinas Pertanian. Kabupaten Sukabumi tersebut. Menyebut bahwa saat ini. Pala yang ditanam para petani. Beberapa tahun lalu. Sudah mulai berbuah. Setiap petani. Memiliki jumlah pohon bervariasi.

“Setiap hektare lahan. Bisa ditanami 220 hingga 440 pohon pala. Setiap petani memiliki 40 hingga 400 pohon. Pala akan berbuah maksimal. Setelah berumur 5 tahun,” jelas Yana.

Baca Juga :

Tanaman pala. Dapat dipanen setiap 2 bulan sekali. Setiap pohon. Rata-rata menghasilkan 40 kilogram pala basah. Dimana harga pala basah saat ini. Mencapai angka Rp2.000 per kilogram. Itu berarti. Setiap petani akan menghasilkan Rp80.000 dari setiap pohon pala.

“Kalau satu hektare ada 440 pohon. Maka setiap 2 bulan. Petani bisa mendapat Rp35.200.000. Atau Rp17.600.000. Itu fantastis. Bisa bersaing dengan pendapatan seorang kepala dinas,” ujarnya penuh motivasi.

Dengan lantang. Yana menyebut. Pendapatan para petani pala dapat bertambah. Jika mereka menjual pala dalam keadaan kering dan bijinya. Namun yang terjadi saat ini. Buah pala kebanyakan belum bisa dimanfaatkan maksimal. Selain pupuk dan kuliner. Hal itu. Memicu keprihatinan DPESDM Kabupaten Sukabumi. Sehingga dinas dibawah kepemimpinan Aam Amar Halim tersebut. Berusaha memenfaatkan buah pala agar memiliki nilai ekonomis.

“Minggu lalu.Kami melatih sekitar 30 orang. Untuk memanfaatkan pala. Dijadikan aneka olahan. Seperti sirup pala. Sari buah pala. Selai pala. Dan permen pala. Mereka bukan hanya dari Mekarnangka dan Nangkakoneng saja. Ada juga dari Gunungmalang dan Sampora,” paparnya.

Pasca pelatihan itu.Para petani ditantang. Untuk merealisasikan produknya. Hingga sebelum hari raya Idul Fitri. Sehingga saat libur lebaran. Para petani akan menjajakan hasil olahannya tersebut. Kepada wisatawan. Yang berkunjung ke kawasan arung jeram : rafting. Di Kecamatan Cikidang. Hingga ke kawasana Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark : CPUGG.

“Kami hanya berpesan. Agar para petani yang menjual olahan pala itu. Tidak menjual produknya terlalu mahal. Harus mampu bersaing dengan minuman. Yang dijual di mini market. Lebih baik untung sedikit. Tapi volume penjualannya banyak,” imbuhnya. (Andra Permana)

Editor : Mulya H II E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru