Dinas PU Sukabumi Dukung Penanganan Pohon Rawan Tumbang di Palabuhanratu

Sukabuminow.com || Upaya menjaga keselamatan masyarakat di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak hanya membutuhkan penanganan infrastruktur jalan. Keberadaan pohon yang berpotensi tumbang juga menjadi perhatian karena dapat mengancam pengguna jalan dan fasilitas umum.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi memberikan dukungan terhadap kegiatan pemangkasan dan penebangan pohon yang digelar Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu, Kamis dan Jumat (5 dan 6/11/26).

Kepala UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu, Edi Mulyadi, menyambut positif kegiatan lintas instansi tersebut. Menurutnya, penanganan pohon berisiko merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.

“Dukungan kami (Dinas PU) menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi bahaya, khususnya di tengah musim hujan. Kondisi pohon yang berisiko tumbang perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu aktivitas maupun keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Cagar Alam Tangkuban Parahu dan TPU Batusapi. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah instansi, termasuk Perkim, DLH, pemadam kebakaran, P2BK, PLN, Telkom, kepolisian, TNI, serta unsur pemerintah setempat.

Bagi Dinas PU, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan di ruang publik. Setiap instansi dapat memberikan dukungan sesuai kewenangan dan sumber daya yang dimiliki.

“Kami mendukung agar penanganan pohon berbahaya dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat risikonya. Langkah ini diharapkan mampu mencegah kejadian yang dapat merugikan masyarakat maupun mengganggu kelancaran aktivitas di wilayah Palabuhanratu,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Dinas PU Kabupaten Sukabumi berharap upaya menjaga keselamatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Penanganan sejak dini juga menjadi langkah pencegahan agar risiko pohon tumbang tidak berkembang menjadi kejadian yang membahayakan.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru