Beredar Nomor Palsu Atas Namanya, Nunung Nurhayati: Jangan Mudah Percaya!

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap upaya penipuan online. Kali ini mengatasnamakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati.

Beredar nomor WhatsApp +62 812-3979-0644 yang menggunakan foto dan nama Nunung Nurhayati untuk menghubungi sejumlah pihak dengan berbagai modus. Nomor tersebut dipastikan bukan milik Nunung, melainkan digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dan penyebaran hoaks.

Penegasan dari Nunung Nurhayati

Menanggapi hal tersebut, Nunung menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghubungi atau berkomunikasi dengan siapa pun melalui nomor tersebut.

“Saya pastikan nomor itu bukan milik saya. Saya tidak pernah mengirim pesan pribadi, apalagi untuk meminta sesuatu atau menawarkan program tertentu. Semua komunikasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup dilakukan melalui jalur dan surat dinas yang sah,” tegas Nunung, Jumat (10/10/25).

Nunung juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Diskominfosan untuk menindaklanjuti laporan dan memperingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan digital yang mencatut nama pejabat.

Pesan dan Imbauan Kadis Lingkungan Hidup Sukabumi

Dalam pernyataannya, Nunung mengimbau seluruh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi lingkungan, serta komunitas masyarakat peduli lingkungan di Kabupaten Sukabumi untuk tidak mudah percaya terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat DLH lainnya.

“Jika menerima pesan, panggilan, atau tautan yang mengatasnamakan saya atau pejabat DLH, jangan langsung percaya. Segera verifikasi ke kantor Dinas Lingkungan Hidup atau melalui kanal resmi pemerintah daerah,” ujarnya.

“Kita semua harus waspada terhadap kejahatan siber. Pastikan informasi yang diterima benar dan bersumber dari akun resmi pemerintah. Jangan membagikan atau menanggapi pesan mencurigakan,” tambahnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru