Banjir Bandang di Sukabumi, Lapangan Taman Cangehgar Alami Kerusakan Parah

Sukabuminow.com || Banjir bandang yang menerjang wilayah Palabuhanratu pada Kamis (6/3/25) meninggalkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas umum. Salah-satu titik yang terdampak cukup parah adalah Lapang Taman Cangehgar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Tembok penahan tanah (TPT) dan sistem drainase di area belakang lapangan roboh akibat derasnya arus air yang berasal dari sungai dan curug di kawasan Gunung Jayanti.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyatakan bahwa dampak banjir tidak hanya merusak TPT dan drainase, tetapi juga mengganggu fungsi lapangan sebagai ruang publik.

“Cukup parah, banyak yang rusak, termasuk TPT dan drainase di area belakang yang roboh,” ujar Herdi,Senin (10/3/25).

Langkah Cepat Pemerintah Daerah

Sebagai respons awal, Disperkim Kabupaten Sukabumi telah melakukan pembersihan area terdampak untuk mengurangi risiko bahaya lebih lanjut. Pemerintah juga berkomitmen untuk segera memperbaiki infrastruktur yang rusak agar masyarakat dapat kembali menggunakan fasilitas tersebut.

“Kami sudah melakukan pembersihan, dan nantinya akan ada perbaikan sarana prasarana yang rusak,” lanjutnya.

Saat ini, tim Disperkim masih melakukan pendataan untuk mengetahui skala kerusakan secara keseluruhan. Langkah ini diperlukan agar proses perbaikan dapat dilakukan dengan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Ancaman Banjir di Sukabumi dan Kesiapsiagaan

Banjir bandang bukanlah kejadian baru bagi Sukabumi, terutama di wilayah Palabuhanratu yang memiliki topografi berbukit dengan banyak aliran sungai. Kondisi curah hujan yang tinggi serta aliran air dari hulu sering kali menjadi faktor utama penyebab banjir. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, seperti pembangunan kembali TPT dan optimalisasi drainase.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menjaga lingkungan sekitar, termasuk tidak membuang sampah ke sungai yang dapat memperparah banjir. Ke depan, langkah mitigasi bencana perlu lebih diperkuat agar kejadian serupa tidak berdampak besar terhadap fasilitas umum dan kehidupan warga. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru