Sukabuminow.com || Pembangunan infrastruktur dasar kembali menjadi perhatian pemerintah, terutama untuk memperkuat akses masyarakat di wilayah perdesaan. Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengikuti peluncuran 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Kamis (13/8/26).
Jembatan di Hegarmanah tersebut diresmikan bersamaan dengan jembatan lainnya yang diresmikan Bupati Sukabumi Asep Japar di Cibadak, serta jembatan di Kebonpedes yang peresmiannya dihadiri Sekda Ade Suryaman.
Bagi Kabupaten Sukabumi, program tersebut memiliki arti strategis. Infrastruktur jembatan dan air bersih berkaitan langsung dengan mobilitas, kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Wabup Andreas mengatakan pembangunan infrastruktur dasar harus diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih bukan hanya pembangunan fisik. Ini menyangkut bagaimana masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap pelayanan dasar dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Andreas.
Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki peran penting dalam membuka konektivitas antarkampung. Akses yang sebelumnya sulit dilalui diharapkan menjadi lebih mudah sehingga aktivitas warga dapat berjalan lebih efisien.
Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam mobilitas harian. Akses transportasi yang lebih baik juga berpotensi memperlancar distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Kalau aksesnya semakin baik, kegiatan masyarakat juga semakin mudah. Anak-anak lebih mudah menuju sekolah, masyarakat lebih cepat mendapatkan pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi dapat bergerak,” katanya.
Selain konektivitas, penyediaan air bersih menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Andreas menilai pembangunan titik air bersih harus dipastikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Infrastruktur yang telah dibangun juga perlu dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Karena itu, sarana yang dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar harus diikuti kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI, serta masyarakat. Dengan begitu, pembangunan tidak berhenti pada peresmian, tetapi menghasilkan manfaat berkelanjutan.
Kegiatan di Desa Hegarmanah tersebut diikuti Dandim 0622, Kepala DPMPD, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Assalam, perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, serta Camat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Warungkiara.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
