Sukabuminow.com || Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi kembali dipenuhi tumpukan sampah pada Jumat (5/9/25). Padahal, kawasan tersebut sempat dibersihkan beberapa hari sebelumnya.
Kondisi itu tidak menyurutkan minat wisatawan untuk singgah. Melihat area pantai yang kembali kotor, para pedagang bersama joki kuda langsung bergotong royong membersihkan RTH. Hasilnya, kawasan wisata itu kembali terlihat rapi dan nyaman dikunjungi.
Koordinator Pedagang RTH Citepus, Herlan Hendiansyah atau akrab disapa Aden, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih dilakukan secara swadaya oleh para pelaku usaha di sekitar pantai. Mereka mendapat dukungan dari para joki kuda yang biasa menawarkan jasa wisata di kawasan tersebut.
“Hari ini kami melakukan bersih-bersih pantai di RTH Citepus bersama para pedagang dan wisata kuda. Sampah yang menumpuk mayoritas berupa plastik, styrofoam, kayu, hingga sampah rumah tangga yang terbawa ombak,” ungkap Aden, Sabtu (6/9/25).
Menurut Aden, kondisi serupa juga dialami pantai lain di sekitar Palabuhanratu, seperti Kebun Kelapa dan Pantai NR. Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan sementara ditampung di satu lokasi. Khusus sampah kayu dan styrofoam akan dipisahkan, sebagian dibakar, sementara sisanya menunggu diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.
Dihubungi terpisah, Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, membenarkan adanya aksi bersih-bersih yang dilakukan bersama para pedagang. Pihaknya pun turut turun langsung dalam kegiatan tersebut.
“Tadi pagi kami dari pemerintahan Kecamatan Palabuhanratu ikut serta membersihkan RTH Pantai Citepus bersama para pedagang. Beberapa hari ke belakang pun sudah ada kegiatan serupa melibatkan berbagai pihak,” kata Deni.
Ia menambahkan, aksi bersih pantai sebelumnya digelar melalui inisiatif mahasiswa KKN bersama masyarakat, didukung PLTU, Satpol PP, Damkar, Polairud, serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bahkan, Sekretaris Daerah turut hadir dalam agenda Cleaning Beach Day.
Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk di sepanjang pantai bukan semata berasal dari aktivitas pengunjung, melainkan kiriman dari laut.
“Sampah ini terbawa arus dari hulu ketika hujan turun. Aliran sungai menyeret berbagai material hingga akhirnya bermuara ke pantai. Kondisi ini memang kerap terjadi saat musim hujan,” jelasnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pedagang, hingga masyarakat, diharapkan kebersihan Pantai Citepus dan kawasan wisata Palabuhanratu lainnya dapat terus terjaga demi kenyamanan wisatawan dan kelestarian lingkungan.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
