Sukabuminow.com || Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi terus memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas.
Tidak hanya mengerjakan sasaran fisik, Satgas TMMD juga menjalankan kegiatan nonfisik yang menyentuh kehidupan sosial warga. Salah satunya melalui penyuluhan keagamaan yang digelar di Aula Posko TMMD ke-130, Desa Mekarjaya, Senin (19/10/26).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi warga untuk memperkuat kerukunan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Sejumlah unsur masyarakat turut hadir, mulai dari Pemerintah Desa Mekarjaya, penyuluh KUA Kecamatan Ciemas, MUI Desa Mekarjaya, hingga tokoh masyarakat.
Kepala Desa Mekarjaya, Widia Yunita, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD. Menurutnya, kehadiran Satgas memberikan dukungan nyata bagi pembangunan desa, terutama ketika kemampuan anggaran desa menghadapi keterbatasan.
“Terima kasih kepada Kodim 0622 dan seluruh Satgas TMMD yang telah melaksanakan kegiatan pembangunan di Desa Mekarjaya. Program ini sangat membantu pembangunan desa kami. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Semoga Sukabumi semakin mubarokah,” ujar Widia.
Satgas TMMD Tidak Hanya Bangun Fasilitas
Pelaksanaan TMMD di Mekarjaya menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Penguatan masyarakat juga menjadi bagian penting agar hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara bersama-sama.
Ketua MUI Desa Mekarjaya, Yadi Mubarok, mengajak masyarakat menjaga hubungan baik di tengah perbedaan. Ia menekankan pentingnya musyawarah ketika muncul persoalan agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kerukunan dan saling menghargai. Jika ada perbedaan pendapat, mari dimusyawarahkan agar tercipta suasana yang aman, damai, dan harmonis,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat TMMD yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan. Kebersamaan menjadi modal untuk memastikan berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat lebih panjang.
Di tempat sama, Penyuluh keagamaan KUA Kecamatan Ciemas Bajuri, juga mengapresiasi keterlibatan Satgas TMMD dan pemerintah dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar fasilitas yang telah dibangun nantinya dirawat bersama. Dengan demikian, hasil program tidak berhenti setelah kegiatan TMMD selesai.
“Kami berterima kasih kepada Satgas TMMD dan jajaran pemerintahan. Harapan kami, masyarakat penerima manfaat dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun sehingga bisa digunakan secara berkelanjutan untuk kepentingan bersama,” ujar Bajuri.
TMMD Hadirkan Pembangunan Fisik dan Sosial
Penyuluhan keagamaan menjadi salah satu sasaran nonfisik TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut melengkapi berbagai pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan Satgas bersama pemerintah dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan pola pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial. TNI, pemerintah, tokoh agama, dan warga ditempatkan sebagai bagian dari satu gerakan pembangunan desa.
Melalui pendekatan tersebut, kinerja Satgas TMMD di Desa Mekarjaya diharapkan memberi dampak yang lebih luas. Infrastruktur diperbaiki, sementara semangat gotong royong, kerukunan, dan kepedulian masyarakat ikut diperkuat.
Semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu kekuatan TMMD: membangun desa bersama masyarakat dan memastikan hasilnya kembali untuk kepentingan bersama.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
