Sukabuminow.com || Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait dugaan gangguan lingkungan di sekitar peternakan ayam di Kampung Cijulang, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak.
Pengaduan tersebut disampaikan warga Perumahan Fitra Pratama yang mengeluhkan bau tidak sedap dan gangguan lalat. Tindak lanjut dilakukan pada Rabu (7/10/26) dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan Pengembangan Kapasitas PPNS Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Ujang Soleh Suryaman, mengatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah dengan mengedepankan pembinaan dan penyelesaian persoalan di lapangan.
“Kami menindaklanjuti pengaduan masyarakat dengan turun langsung ke lokasi. Langkah ini dilakukan bersama perangkat daerah terkait agar persoalan yang dikeluhkan warga dapat ditangani secara tepat dan kondusif,” ujar Ujang didampingi empat personel Satpol PP Kabupaten Sukabumi lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi dan unsur Kecamatan Nagrak. Pihak pengelola peternakan juga hadir untuk menyampaikan kondisi serta langkah penanganan yang telah dilakukan.
Menurut Ujang, pengelola peternakan telah melakukan penyemprotan sebagai salah satu upaya mengurangi bau dan gangguan lalat. Penanganan lanjutan juga akan dikoordinasikan dengan masyarakat sekitar.
“Kami mendorong agar penanganan dilakukan secara berkelanjutan. Kebersihan kandang, pengelolaan limbah, pengendalian bau dan lalat, serta komunikasi dengan masyarakat perlu diperkuat,” katanya.
Di tempat sama, Kasi Gakperda Satpol PP Kabupaten Sukabumi Ferry Ferdian, mengatakan tindak lanjut tidak berhenti pada pengecekan lapangan. Setiap upaya penanganan juga didorong agar dilakukan secara terukur dan dapat dipantau perkembangannya.
“Kami mengarahkan agar setiap langkah penanganan dicatat dan didokumentasikan. Dengan begitu, progresnya dapat dipantau bersama dan evaluasi bisa dilakukan apabila masih ada keluhan masyarakat,” ujar Ferry.
Selain aspek teknis, imbuh Ferry, komunikasi antara pengelola dan warga juga menjadi perhatian. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mencari solusi yang dapat diterima masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, pengelola peternakan menyatakan siap menerima arahan dan pembinaan dari perangkat daerah terkait serta melakukan perbaikan untuk mengurangi dampak bau dan lalat.
Satpol PP memastikan tindak lanjut pengaduan masyarakat akan diarahkan pada penyelesaian yang konstruktif dengan melibatkan perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
