Kabupaten SukabumiPemerintahan

Satlinmas Sukabumi Diperkuat, Ribuan Personel Dapat Legalitas Resmi

Sukabuminow.com || Pengukuhan belasan ribu anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satuan Tugas Linmas di Kabupaten Sukabumi menandai langkah penting dalam memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan administratif, pengukuhan ini menjadi pintu masuk bagi Linmas untuk bekerja secara legal, terstruktur, dan terintegrasi dengan pemerintah daerah.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi, menegaskan bahwa pengukuhan dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan tertib administrasi bagi seluruh personel Linmas yang selama ini telah aktif di lapangan.

“Pengukuhan ini bukan formalitas. Ini adalah dasar legal agar Linmas memiliki legitimasi dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing,” ujarnya usai kegiatan di Gedung Fridnanda, Palabuhanratu, Kamis (29/1/26).

Lebih dari 11 Ribu Personel Masuk Sistem Resmi

Secara keseluruhan, terdapat 11.238 personel Linmas yang dikukuhkan. Rinciannya, sebanyak 386 orang komandan regu (danru) dikukuhkan langsung, sementara 10.852 personel lainnya mengikuti secara daring dari kecamatan dan desa masing-masing.

Jumlah tersebut mencakup:

Satgas Linmas tingkat kabupaten

Satgas Linmas tingkat kecamatan

Kepala Satlinmas desa dan kelurahan

Dengan pengukuhan ini, seluruh personel Linmas kini tercatat resmi dalam struktur pengamanan daerah.

Dasar Hukum dan Penguatan Kelembagaan

Pengukuhan Linmas Sukabumi mengacu pada sejumlah regulasi nasional dan daerah, di antaranya:

Permendagri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

Permendagri Nomor 11 Tahun 2023

Perbup Sukabumi Nomor 91 Tahun 2021

Regulasi ini menempatkan Linmas sebagai bagian penting dalam sistem ketenteraman masyarakat, terutama di tingkat desa dan kelurahan.

Artinya, Linmas tidak lagi diposisikan sebagai relawan informal, tetapi sebagai unsur resmi yang memiliki fungsi:

membantu pengamanan lingkungan,

mendukung penanganan bencana,

mengawal kegiatan sosial masyarakat,

serta menjadi mitra aparat dalam menjaga stabilitas wilayah.

Linmas dan Isu Perlindungan Sosial

Salah satu poin penting yang mencuat dari pengukuhan ini adalah rencana perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Linmas.

Hal ini menjadi krusial karena selama ini Linmas bekerja di sektor berisiko tinggi, mulai dari pengamanan massa, bencana alam, hingga penanganan konflik sosial, namun belum seluruhnya terlindungi secara formal.

Jika direalisasikan, perlindungan ini akan menjadi lompatan besar dalam:

meningkatkan kesejahteraan Linmas,

mengurangi kerentanan sosial,

serta memperkuat profesionalisme aparat perlindungan masyarakat.

Dampak Langsung bagi Warga

Bagi masyarakat, penguatan Linmas berarti:

respons lebih cepat saat terjadi gangguan keamanan,

koordinasi lebih rapi saat bencana,

serta kehadiran aparat lokal yang memahami karakter wilayah.

Di desa-desa rawan bencana dan kawasan wisata Sukabumi, keberadaan Linmas yang legal dan terlatih berpotensi menjadi garda terdepan dalam mitigasi risiko sosial.

Dari Simbolik ke Fungsional

Pengukuhan ini menggeser posisi Linmas dari sekadar simbol partisipasi warga menjadi instrumen nyata dalam tata kelola keamanan daerah. Dengan jumlah personel yang besar dan tersebar hingga tingkat RT/RW, Linmas Sukabumi kini memiliki modal kuat untuk menjadi jaringan pengamanan sosial terbesar di wilayah selatan Jawa Barat.

Jika dibarengi dengan pelatihan berkelanjutan dan perlindungan sosial yang jelas, Linmas bukan hanya pelengkap aparat, tetapi aktor utama dalam menjaga stabilitas masyarakat dari bawah.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!