TMMD Sukabumi Tak Bisa Menjangkau Semua Desa, DPMD Ungkap Cara Penentuan Lokasi

Sukabuminow.com || Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak dapat menyentuh seluruh desa setiap tahun. Keterbatasan anggaran dan jumlah program membuat pemerintah harus menentukan lokasi berdasarkan kebutuhan serta kondisi wilayah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menjelaskan bahwa penentuan lokasi TMMD dilakukan melalui kesepakatan antara Bupati Sukabumi dan Komandan Kodim (Dandim). Sejumlah indikator menjadi pertimbangan, terutama kondisi desa yang tertinggal, terisolasi, rawan bencana, atau memiliki karakteristik khusus.

“Penentuan lokasi merupakan hasil kesepakatan bersama antara bupati dan Dandim, dengan mengacu pada indikator desa yang terbelakang, tertinggal, terisolasi, terdampak bencana, atau memiliki kekhususan tertentu,” ujar Samsul usai upacara pembukaan TMMD ke-130 tahun 2016 di Lapangan Cikole, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/26).

Menurutnya, tantangan pemerataan pembangunan masih cukup besar. Dari total 381 desa di Kabupaten Sukabumi, sekitar 40–50 persen diperkirakan masih memiliki karakteristik yang memenuhi kategori tersebut.

Namun, keterbatasan sumber daya membuat penanganan harus dilakukan secara bertahap. Program TMMD dilaksanakan melalui dua komando distrik militer (kodim), masing-masing dengan satu lokasi kegiatan setiap tahun.

“Program ini terbatas. Untuk dua kodim (Kabupaten dan Kota Sukabumi), pelaksanaan TMMD dilakukan di dua titik desa dalam satu tahun,” katanya.

Selain TMMD, pemerintah juga memiliki program pendukung, seperti karya bakti TNI dan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMS). Meski demikian, jangkauan keseluruhan program tersebut masih bergantung pada anggaran yang tersedia.

“Kalau ingin menambah lokasi, tentu bergantung pada kebijakan pimpinan dan besaran anggaran yang diberikan,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru