Dari Camat ke Penegak Perda: Perjalanan Deni Yudono yang Penuh Dedikasi
Sukabuminow.com || Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/4/26), menjadi saksi sebuah perjalanan panjang yang akhirnya bermuara pada satu titik penting dalam karier birokrasi, Deni Yudono resmi diangkat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi.
Pelantikan itu bukan sekadar rotasi jabatan. Ia adalah penegasan atas jejak pengabdian yang telah ditempa dari level paling dekat dengan masyarakat, sebuah perjalanan yang dimulai dari pesisir selatan Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Palabuhanratu.
Menjadi Camat di Jantung Pesisir Selatan
Deni Yudono dilantik sebagai Camat Palabuhanratu pada Rabu (6/3/24) silam. Di wilayah yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus denyut ekonomi Kabupaten Sukabumi itu, ia tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Sebagai camat, ia memikul tanggung jawab besar, menggerakkan roda pemerintahan, memastikan pelayanan publik berjalan, serta menjaga stabilitas sosial di wilayah strategis pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Palabuhanratu sendiri bukan wilayah biasa. Dengan populasi lebih dari 140 ribu jiwa di sembilan desa dan satu kelurahan dan posisi sebagai ibu kota kabupaten, dinamika sosialnya kompleks dan menuntut kepemimpinan yang adaptif.
Pemimpin yang Hadir di Tengah Warga
Selama menjabat, Deni dikenal bukan tipe pemimpin yang berjarak. Ia hadir di tengah masyarakat, bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun.
Saat terjadi bencana banjir hingga pergerakan tanah di wilayah Palabuhanratu, Deni turun langsung, melakukan monitoring hingga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Aksi itu menjadi simbol kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga humanis.
Tak hanya itu, dalam momen internal pemerintahan, sisi emosionalnya pun terlihat. Saat melepas Sekretaris Kecamatan, Latipah Triana G yang pensiun, ia menyampaikan perpisahan penuh haru, menegaskan bahwa birokrasi bukan sekadar sistem, tetapi juga ruang kemanusiaan.
Dari Pelayanan ke Kepemimpinan Kolektif
Perjalanan Deni Yudono tidak berhenti pada level kecamatan. Kepercayaan yang diberikan kepadanya terus mengalir.
Masih pada 2024, ia dipercaya memimpin Asosiasi Perangkat Kecamatan Kabupaten Sukabumi (APEKKASI). Dalam posisi ini, ia menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah daerah dan aspirasi perangkat kecamatan.
Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut adalah “rumah besar” bagi seluruh perangkat kecamatan, sebuah gagasan yang menunjukkan gaya kepemimpinan inklusif dan kolaboratif.
Antara Haru dan Tanggung Jawab Baru
Hari pelantikan sebagai Kepala Satpol PP bukan hanya hari bahagia. Bagi banyak pihak di Palabuhanratu, itu adalah hari perpisahan.
Di balik senyum formal di Aula Setda, tersimpan kisah-kisah yang tak tertulis, tentang pemimpin yang pernah hadir di tengah bencana, yang menyapa warga tanpa sekat, dan yang menjadikan kantor kecamatan sebagai rumah pelayanan.
Langkahnya kini berpindah. Dari mengayomi masyarakat di tingkat kecamatan, menuju tanggung jawab yang lebih luas, yakni menegakkan ketertiban umum dan peraturan daerah di seluruh Kabupaten Sukabumi.
Babak Baru: Menegakkan Ketertiban dengan Sentuhan Kemanusiaan
Sebagai Kepala Satpol PP, tantangan yang dihadapi Deni Yudono jauh lebih kompleks. Ia tidak hanya berhadapan dengan aturan, tetapi juga dinamika sosial masyarakat.
Namun, rekam jejaknya sebagai camat menjadi modal penting. Ia memahami bahwa ketertiban tidak bisa ditegakkan hanya dengan kekuasaan, tetapi juga dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menaruh harapan besar pada sosoknya, bahwa Satpol PP tidak hanya menjadi penegak perda, tetapi juga penjaga harmoni sosial.
Sebuah Perjalanan yang Belum Usai
Perjalanan Deni Yudono adalah gambaran tentang birokrat yang tumbuh dari bawah, ditempa oleh realitas lapangan, dan dipercaya untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar.
Dari Palabuhanratu (wilayah pesisir yang penuh dinamika), ia melangkah ke panggung yang lebih luas.
Namun satu hal yang tampaknya tak berubah, dedikasi untuk melayani.
Dan mungkin, di balik seragam baru sebagai Kasatpol PP, tetap tersimpan sosok camat yang dulu, yang hadir, mendengar, dan mengabdi tanpa jarak.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




