Becak Listrik Disalurkan di Sukabumi, Yudha Sukmagara Soroti Pengawasan dan Pengisian Daya

Sukabuminow.com || Bantuan 100 becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk pengemudi becak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diharapkan tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Agar manfaatnya berkelanjutan, perawatan kendaraan, pengawasan penerima, dan ketersediaan tempat pengisian daya menjadi perhatian.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, mengatakan pemerintah daerah perlu menyiapkan mekanisme pemeliharaan agar becak listrik dapat digunakan secara optimal. Ia menyebut Bupati Sukabumi Asep Japar berencana mengasuransikan kendaraan bantuan tersebut untuk mengantisipasi risiko kerusakan maupun kehilangan.

“Pak Bupati sangat antusias. Beliau menyampaikan akan mengasuransikan becak-becak ini agar ada jaminan jika terjadi kehilangan atau kerusakan,” ujar Yudha saat penyaluran bantuan di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Senin (19/10/26).

Menurut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sukabumi itu, fasilitas pengisian daya juga perlu disiapkan di lokasi strategis, seperti kawasan wisata, pasar, dan tempat mangkal pengemudi becak. Untuk itu, koordinasi dengan PT PLN (Persero) dinilai penting agar penerima bantuan dapat mengoperasikan kendaraannya dengan mudah.

Yudha menyebut biaya pengisian listrik relatif terjangkau. Dalam keterangannya, ia memperkirakan biaya sekitar Rp1.500 dapat digunakan untuk tiga hingga empat hari, bergantung pada pemakaian. Besaran biaya dan daya tahan baterai tetap perlu disesuaikan dengan kondisi serta spesifikasi kendaraan.

“Yang terpenting, tempat pengisian listrik harus tersedia di lokasi yang sesuai. Kita ingin becak listrik bisa dimanfaatkan di kawasan wisata, pasar, dan tempat-tempat ramai sehingga membantu aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Yudha menjelaskan, penyaluran bantuan diawali dengan pendataan dan verifikasi calon penerima selama sekitar satu hingga dua minggu. Proses tersebut melibatkan unsur Dinas Sosial dan bagian kesejahteraan rakyat agar bantuan diberikan kepada pengemudi yang benar-benar membutuhkan.

Sebanyak 100 unit telah disalurkan pada tahap awal. Yudha menyebut terdapat peluang penambahan 200 unit sehingga kuota bantuan untuk Kabupaten Sukabumi pada 2026 berpotensi mencapai 300 unit. Penambahan tersebut masih menunggu proses dari pihak yayasan penyalur.

Ia juga menegaskan bahwa becak listrik bantuan tidak boleh dijual, dipindahtangankan, atau disewakan. Pengawasan diperlukan agar kendaraan tetap digunakan sesuai tujuan program.

“Pendataan harus tepat sasaran dan tepat guna. Kami juga mendorong adanya petunjuk teknis yang jelas, termasuk pengawasan dan sanksi apabila bantuan disalahgunakan,” kata Yudha.

Menurutnya, pengelolaan program dapat melibatkan organisasi perangkat daerah terkait, khususnya yang memiliki kewenangan dalam urusan transportasi. Mekanisme pelaksanaan diharapkan tetap sederhana agar tidak menyulitkan penerima manfaat.

Yadin Bersyukur Bisa Mencari Nafkah dengan Lebih Ringan

Manfaat bantuan tersebut dirasakan Yadin (55 th), warga Kecamatan Ciemas yang menerima satu unit becak listrik. Ia mengungkapkan rasa syukur dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan yang diterimanya.

Yadin berharap becak listrik itu dapat membantunya mencari nafkah tanpa harus mengandalkan tenaga fisik sebesar ketika mengayuh becak konvensional.

“Alhamdulillah, saya bersyukur menerima bantuan ini. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Semoga becak ini bisa membantu saya bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Yadin.

Bagi penerima seperti Yadin, bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan baru, melainkan sarana untuk mempertahankan mata pencaharian. Berkurangnya beban fisik dan biaya operasional diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pengemudi untuk membawa pulang penghasilan.

Yudha berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan penyalur, dan pihak terkait dapat memastikan becak listrik benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat kecil di Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru