Pantai Cikadal Sukabumi Makan Korban, Satu Wisatawan Tewas Usai Terjebak Arus Pasang
Sukabuminow.com || Tragedi kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan wisata unggulan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat menyeberang di perairan Pantai Cikadal, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Sabtu (28/3/26).
Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat korban bersama rekannya menyeberang menuju Pulau Mandra dengan berjalan kaki saat kondisi air laut sedang surut.
“Korban bersama rekannya pergi memancing ke Pulau Mandra sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu air laut surut sehingga bisa dilalui dengan berjalan kaki,” ujar Deni.
Namun situasi berubah drastis ketika mereka hendak kembali. Sekitar pukul 12.30 WIB, air laut mulai pasang dan arus menjadi lebih kuat, sehingga jalur yang sebelumnya aman dilalui sudah terendam.
Korban yang diketahui bernama Muhammad Fardeen (21 th), warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, diduga tidak mampu berenang sehingga terseret ombak dan tenggelam di perairan Pantai Cikadal.
Sementara itu, rekannya, Erik Haryanto (33 th), berhasil menyelamatkan diri dari terjangan arus laut.
“Korban tidak dapat menyelamatkan diri dan terbawa arus hingga tenggelam,” jelas Kapolsek.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI AL, Airud, hingga relawan segera melakukan pencarian setelah menerima laporan kejadian. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut serta proses identifikasi.
Deni menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), koordinasi lintas instansi, serta menghubungi keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir selatan Sukabumi, khususnya Geopark Ciletuh yang dikenal memiliki karakter ombak dan arus laut yang dinamis.
Deni Miharja mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama saat beraktivitas di laut.
“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan dan nelayan agar selalu memperhatikan kondisi pasang surut air laut. Jangan memaksakan diri menyeberang tanpa pengawasan karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Kejadian ini menambah daftar kecelakaan laut di wilayah selatan Sukabumi yang dipicu oleh perubahan cepat kondisi alam, terutama pasang surut air laut yang kerap tidak disadari wisatawan.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




