Sukabuminow.com || Kerusakan parah Jalan Pelita di Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian pemerintah desa. Ruas jalan kabupaten yang mengarah ke kawasan PLTU Palabuhanratu tersebut telah lama mengalami kerusakan dan kini dipenuhi lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kepala Desa Jayanti, Nandang, mengatakan kondisi jalan perlu segera mendapat penanganan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, ruas tersebut merupakan jalur yang aktif digunakan warga, pelajar, kendaraan angkutan material, hingga kendaraan yang keluar-masuk kawasan PLTU.
“Jalan ini sudah lama sekali rusak. Kami dari Pemerintah Desa Jayanti sudah berulang kali menyampaikannya melalui musrenbang desa sejak 2022 sampai 2025. Harapan kami, pemerintah kabupaten bisa segera melakukan rekonstruksi secara menyeluruh,” ujar Nandang, Minggu (18/10/26).
Menurut Nandang, Jalan Pelita memiliki fungsi penting karena menghubungkan kawasan sekitar Desa Jayanti dengan sejumlah wilayah lain hingga Kelurahan Palabuhanratu dan keluar di kawasan Cahaya Fajar.
“Sejumlah penanganan memang pernah dilakukan pada beberapa titik. Pengaspalan sempat dikerjakan, termasuk dari sekitar Jembatan Caringan hingga Benteng. Sementara titik yang sebelumnya mengalami kerusakan paling parah di Magadua telah diperbaiki menggunakan beton.”
“Namun, kerusakan masih ditemukan di bagian lain, terutama setelah pertigaan Jayanti di depan Alfamart menuju arah PLTU,” ujar Nandang.
Melihat kondisi jalan yang semakin berlubang, Pemerintah Desa Jayanti mengambil langkah sementara. Dua truk material beskos dikirim untuk menutup dan meratakan sejumlah lubang agar risiko kecelakaan dapat ditekan.
Nandang menegaskan, penanganan tersebut bukan berarti pemerintah desa mengambil alih kewenangan pemerintah kabupaten. Jalan Pelita merupakan jalan kabupaten sehingga perbaikan permanen tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin menunggu terlalu lama ketika kondisi jalan sudah membahayakan. Untuk sementara kami tambal dengan material beskos agar lubangnya tidak terlalu dalam dan pengguna jalan bisa lebih aman,” katanya.
Ia menjelaskan, material tersebut tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Langkah itu dilakukan secara swadaya menggunakan dana pribadi karena pertimbangan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Nandang berharap, langkah sementara yang dilakukan pemerintah desa dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, Jalan Pelita membutuhkan penanganan yang lebih permanen, baik melalui pengaspalan maupun pembangunan beton sesuai kondisi teknis jalan.
“Harapan kami, Bapak Bupati melalui dinas terkait bisa segera melihat kondisi Jalan Pelita dan melakukan perbaikan. Jangan sampai kita menunggu ada warga yang celaka baru jalan diperbaiki,” ucapnya.
Ia menilai kondisi jalan perlu menjadi perhatian karena aktivitas di ruas tersebut cukup tinggi setiap hari. Anak sekolah, warga, serta kendaraan angkutan harus melewati jalur yang sama.
Nandang pun berharap, usulan yang telah disampaikan melalui musrenbang desa mendapat tindak lanjut. Bagi pemerintah desa, perbaikan Jalan Pelita bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.
“Kalau jalan ini segera diperbaiki, manfaatnya bukan hanya untuk warga Jayanti. Semua pengguna jalan yang melintas akan merasakan manfaatnya,” tutur Nandang.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
