AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Sukabumi Bangun Kampung Mubarakah, Solusi Nyata Hunian Pascabencana untuk Warga Terdampak

Sukabuminow.com || Upaya pemulihan pascabencana pergerakan tanah di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memasuki fase krusial. Pemerintah daerah mulai merealisasikan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak pergerakan tanah di Palabuhanratu melalui kawasan relokasi bernama Kampung Mubarakah.

Program ini tidak sekadar menghadirkan rumah baru, tetapi menjadi bagian dari strategi besar penanggulangan bencana yang mengintegrasikan aspek keamanan hunian, pemulihan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa pembangunan Kampung Mubarakah merupakan langkah konkret pemerintah dalam memastikan warga terdampak tidak hanya direlokasi, tetapi juga mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kembali ke zona rawan. Hunian ini dirancang aman, layak, dan menjadi awal kehidupan baru bagi warga,” ujarnya di sela kegiatan peletakkan baru pertama pembangunan Kampung Mubarakah, Rabu (1/4/26).

Di tempat sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa kawasan ini dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 34.400 meter persegi.

Setiap unit rumah mengusung konsep tahan gempa dengan desain arsitektur Sunda, memanfaatkan material lokal seperti bambu dan kayu. Luas bangunan berkisar 36 hingga 60 meter persegi, dengan nilai pembangunan sekitar Rp35 juta per unit.

“Pendekatan ini strategis, karena tidak hanya menekan biaya, tetapi juga mempercepat proses pembangunan serta memberdayakan sumber daya lokal,” jelasnya.

Pembangunan Kampung Mubarakah dirancang bertahap sepanjang 2026. Tahap awal dimulai dengan 20 unit rumah, dilanjutkan 30 unit pada pertengahan tahun, dan 38 unit pada tahap akhir. Total 86 unit ditargetkan rampung dalam satu tahun anggaran.

Menariknya, proses pembangunan tidak hanya mengandalkan kontraktor, tetapi melibatkan TNI melalui Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Skema ini menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pemulihan bencana, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga melalui keterlibatan sebagai tenaga kerja harian.

Kampung Mubarakah menjadi jawaban atas tantangan klasik pascabencana, yakni relokasi yang sering kali tidak berkelanjutan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya memastikan lokasi baru bebas risiko bencana serta didukung infrastruktur sosial yang memadai.

Selain hunian, kawasan ini diproyeksikan berkembang sebagai lingkungan sosial baru yang mendorong interaksi, stabilitas ekonomi, dan ketahanan masyarakat.

Bupati Asjap juga mengajak seluruh pihak, mulai dari BUMD, swasta, hingga komunitas, untuk terlibat dalam percepatan pembangunan.

“Ini bukan hanya proyek pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk memulihkan kehidupan warga secara utuh,” tegasnya.

Bagi warga terdampak, pembangunan ini menjadi titik balik setelah melewati masa sulit akibat bencana.

Salah satu penerima manfaat, Hasyim, menyampaikan bahwa kehadiran Kampung Mubarakah memberikan harapan baru bagi masyarakat.

“Kami ingin memulai kembali kehidupan dengan lebih baik, menjaga lingkungan ini, dan membangun kebersamaan,” ungkapnya.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!