Kabupaten SukabumiPemerintahan

Cegah Penyelewengan Dana Desa, DPMD Kabupaten Sukabumi Andalkan Tiga Aplikasi

Sukabuminow.com || Kehadiran tiga aplikasi untuk mendukung sistem pengelolaan keuangan desa dan meminimalisir penyimpangan dana desa di Kabupaten Sukabumi dinilai sangat efektif. Sejak di-launching 2017 silam, ketiga aplikasi tersebut telah sukses merubah sistem keuangan desa menjadi lebih baik.

Ketiga aplikasi tersebut, antara lain Sistem Transaksi Non Tunai (Sitanti), Sistem Penyaluran Dana Desa Online (Sipedo), dan Internet Banking Corporate (IBC).

“Sistem pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Sukabumi sudah memanfaatkan teknologi informasi sejak 2017,” terang Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Dedi Kusnadi, Jumat (11/3/22).

Ia menjelaskan, ketiga aplikasi tersebut merupakan kerja sama Pemkab Sukabumi dengan Bank BJB. Tujuannya, untuk meminimalisir terjadinya penyelewengan anggaran desa. Saat ini, seluruh desa di Kabupaten Sukabumi telah menggunakan ketiga aplikasi tersebut.

“Pada dasarnya, Sitanti dan Sipedo merupakan jembatan antara Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) dengan bank. Alat eksekusinya IBC, seperti m-banking aplikasinya. Setiap desa memiliki token masing-masing,” beber Dedi.

Di tempat sama, Sub Koordinator Pengelolaan Keuangan Dan Aset Desa, Deviana menambahkan, Siskeudes dibangun oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kemendagri. Di mana desa harus melakukan perencanaan melalui Siskeudes termasuk penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggung jawaban.

“Alur pencairan dana desa itu pertama, desa input dulu di Siskeudes sebagai basis data.
Kemudian jika sudah ada informasi dari pemerintah pusat atau daerah bahwa anggaran bisa dimohon, baru melakukan permohonan sesuai persyaratan. Nah di sini persyaratannya diupload melalui aplikasi Sipedo,” terangnya.

“Sipedo berfungsi untuk mempercepat proses transaksi permohonan penyaluran. Sebab sebelum melakukan transaksi keuangan, desa harus terlebih dahulu memohon uangnya,” imbuh Deviana.

Setelah itu, dokumen yang diupload akan diapprove oleh kecamatan dan DPMD. Selanjutnya disampaikan ke Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) untuk. ditindaklanjuti ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebagai pusat keuangan.

“Setelah itu, KPPN kemudian akan transfer ke rekening kas desa. Untuk mencairkan uang itu harus menggunakan aplikasi Sitanti dan IBC,” ungkapnya.

“Kesimpulannya, ketiga aplikasi yang digunakan itu sejauh ini sangat efektif dalam Siskeudes. Semoga ke depannya ada perbaikan lagi sehingga menjadi lebih sempurna,” pungkasnya. (Ade Firmansyah)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button